Keikhlasan

Pernahkah Anda  tiba-tiba merasa amat bahagia tanpa tahu penyebabnya?  Rasa bahagia itu, mungkin saja  diakibatkan oleh rasa ikhlas atas apa yang kita terima,  baik saat menerima  karunia  atau justru ketika menerima musibah.   Mencoba ikhlas  saat mendapati  keadaan yang tidak menyenangkan memang merupakan sesuatu yang amat  sulit.    Saat ditimpa suatu musibah, kita  pasti akan sulit  menerima apa yang terjadi kepada kita. Kita tidak ikhlas.    

Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi sesuatu yang amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna.  Rasa ikhlas bisa berkaitan dengan kebahagiaan. Jadi, jika kita bisa membuat dan mengkondisikan suasana hati kita pada posisi ikhlas, maka sebenarnya kita akan merasa bahagia atau tenang.

Keikhlasan juga akan membuat  kita  merasa  menyerahkan semua masalah ini  kepada Tuhan. Doa kitapun  akan diterima jika kita merasa ikhlas. Jadi,  sebagai makhluk yang amat lemah ini, kita  akan berubah menjadi makhluk yang kuat  di kala kita sedang ikhlas berserah diri kepada Dzat Yang Mahakuasa.    Hal ini karena kita yakin bahwa segala keinginan kita  akan dikabulkan-Nya. Ingat,  di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Setiap tangisan pasti akan ada sebuah senyuman. Seorang yang ikhlas akan memiliki kekuatan yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya yang selalu tenang dan damai.

Seseorang yang selalu meratapi apa yang terjadi, menyesali kesalahan atau kekeliruan yang dibuat dan terpaku pada waktu mereka yang terbatas hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan dan keputusasaan.  Dengan sebuah keikhlasan menerima apa yang telah terjadi, akan membuat kita kembali menatap sesuatu kejadian dengan penuh pesona, terima dengan ikhlas apa yang kita miliki, apa yang terjadi, dan apa yang menimpa kita, maka tidak akan ada lagi sesuatu menjadi sebuah beban.
Janganlah pernah merasa terlalu terimpit, terkekang karena di dunia ini segala sesuatu pasti berubah. Saat hati tidak bisa ikhlas, cobalah berdoa untuk bisa ikhlas atas ketidakikhlasan kita.  Tataplah masa depan, jalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, karena pasti di balik sebuah permasalahan pasti akan muncul kemudahan. Satu hal ikhlas itu tidak berarti pasrah, ikhlas itu menerima dengan baik apa yang terjadi, dengan tetap berusaha mencapai apa yang kita inginkan.
Menjadi ikhlas saat hati tidak bisa menjadi ikhlas adalah tetap yang terbaik. Ujian atau cobaan pasti akan terus mengalir, ikhlas menerima dan sabar menjalani adalah sebuah kunci dalam menjalani semua yang ada.

“Ya Allah, ikhlaskan hamba atas ketidakikhlasan hati, asal Engkau terus bersamaku ya Allah”.

6 Tanggapan

  1. Salam wa rahmah,

    Ikhlas, ulasan yang menarik pak.

    Tapi satu pertanyaan yang kemudian muncul, apa definisi dari ikhlas?

    Waduh, kalo sudah soal definisi aku nyerah nih. Teorinya seabreg, tapi prakteknya langka. Jujur aja sulit. Makanya aku pilih definisi ikhlas dari kamus hati nurani saja.
    Salam.

  2. Bisa jadi definisi ikhlas yang ada dalam dunia ide kita melampaui terlalu jauh dari definisi yang sebenarnya sehingga kita senantiasa merasa belum mencapai keikhlasan.

    Bisa jadi begitu. Tp yang pasti aku merasa belum melampaui. Baru kepingin dan berharap.

  3. Dalam deret matematis, ikhlas itu angka 0 (NOL). Nol-nya bulat, enggak lonjong atau gepeng. Yang tau bulatnya nol kita cuma Allah. Wong, malaikat aja nyerah.

  4. Mas Aristo, blog ku sudah aku pindahkan ke sini
    http://bangaziem.wordpress.com

    jgn lupa, mampir kalo ada waktu…

  5. kembali ke hati yang terdalam!

  6. laman blog ini sangat menarik untuk kita dalam mencari erti keikhlasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: