Antara Pemimpin dan Staff

Ada empat  faktor yang menjadikan seseorang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain, yaitu : jabatan, ilmu, harta,  dan integritas kepribadiannya.

Orang yang  punya jabatan tinggi, pandai, kaya dan berintegritas tinggi biasanya akan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain. Omongannya didengar, perintahnya dipatuhi, langkahnya ditiru. Orang seperti itu akan bisa menjadi pimpinan ideal dalam masyarakat.  Sebaliknya orang yang bodoh, tak punya jabatan, miskin, dan kepribadiannya tercemar, jangankan dipatuhi perintahnya, didengarpun  tidak.   Orang seperti itu jelas tak layak jadi pemimpin. 

Masalahnya tak semua  (bahkan sangat jarang) orang yang memiliki keempat faktor itu.   Seseorang mungkin punya jabatan dan pandai,  tapi miskin dan rendah integritasnya. Atau ada orang jujur dan kaya tapi tak pintar dan tak punya jabatan. Ada juga orang yang hanya memiliki salah satu dari faktor itu.  Menurut pengamatan Anda, diantara keempat faktor itu manakah  yang paling dominan pada para tokoh pimpinan masyarakat kita? Lalu,   termasuk tipe  pimpinan  mananah Anda?

Lain lagi kalo karakter staff.  Ada tiga tipe karakter staff, yaitu: jujur, pandai, dan loyal.  Katanya, jarang ada seorang staf yang memiliki tiga sifat itu sekaligus.  Artinya, staf yang pandai dan jujur, biasanya tidak loyal. Staf yang pandai dan loyal, biasanya tidak jujur. Dan staf yang jujur dan loyal, biasanya tak pandai.   Menurut Anda,  benarkah begitu? Saya belum pernah meneliti. Kalau Anda mau, silakan iseng-iseng simak dan buktikan terhadap teman-teman sekerja Anda.  Dan, yang lebih penting, nilailah diri Anda sendiri, termasuk tipe manakah Anda? Semoga Anda termasuk salah seorang staf yang langka : pandai, jujur dan loyal sekaligus.

4 Tanggapan

  1. Kalau DIA itu punya jabatan dan pandai, tapi miskin dan rendah integritasnya. Pandainya memanfaatkan orang untuk kepentingannya. Kurang dari 75 % yang respek sama dia. oke ga? Sebelum jadi pejabat, sholatnya on time. Setelah jadi pejabat, sholat lambat, hampir di waktu sholat berikutnya. Indikator seperti inilah pemimpin yang bijak? anggap manusia bukan manusia, menyuruh secara tidak langsung stafnya melupakan keluarga dengan menyuruh kerja keras

  2. Saya sepertinya bukan orang pandai, tidak kaya, dan tidak punya jabatan.

    Sampai hari ini selalu berjuang untuk tetap mempunyai integritas di tengah arus deras degradasi etika dan moral bangsa yang penuh kemunafikan ini.

  3. secara tak langsung pak suhadi sudah menjawab bahwa integritas seseorang merupakan faktor terpenting dalam kepemimpinan. ya kan p aristo?

  4. bener esya. Pak suhadi cuma merendah aja. saya setuju , apa gunanya pinter , kaya dan jabatan kalo integitasnya amburadul. Pak suhadi padahal punya keempat2nya. Dia pinter (kan tukang ngajari murid), kaya (kan tiap bulan gajian), punya jabatan (eh dah sertifikasi blom?), bermoral lagi (lha wong digugu dan ditiru orang kok. komplit dah jadi pimpinan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: