Prosedur Pengembangan Media Audio Pendidikan


prosedur_dan_prinsip_pengembangan_media_audio11

Kemana Tujuan Hidup Anda


Semua orang  tentu  mempunyai tujuan hidup. Meskipun jika ditanya apa tujuan hidupmu, kita belum tentu bisa  menjawab.  Atau mungkin juga  kita bisa lancar  menyebutkan tujuan hidup kita.  Rumusan tujuan hidup itu bervariasi.  Ada yang idealis, ada yang prakmatis.  Ada yang  materialistis ada yang filosofis. Tergantung  pengetahuan dan pandangan hidup masing-masing.

Rumusan tujuan hidup, sebaiknya  ditentukan dalam  kurun waktu tertentu, misalnya untuk 1 minggu , 1 bulan atau 1 tahun ke depan.    Berpikirlah lebih dalam, jernih dan terkontrol sebelum benar-benar memutuskan apa tujuan hidup Anda.

Sebuah pepatah bijak mengatakan, “Your decisions determine your direction, and your direction determines your destiny?

Keputusanmu menentukan arah tujuan, dan tujuanmu menentukan keberuntunganmu. Di arena itu Anda akan memerlukan lebih banyak informasi agar dapat memutuskan sebuah tujuan hidup yang paling tepat.

Setelah membuat keputusan mengenai tujuan hidup, maka langkah berikutnya adalah menuliskan tujuan hidup tersebut. Menuliskan tujuan hidup dimaksudkan untuk memudahkan Anda memahaminya.

Jika tujuan hidup itu ditulis, itu artinya Anda sudah menciptakan instruksi yang jelas mengenai apa yang harus Anda lakukan dan bagaimana mengembangkan rencana berikutnya.

Langkah-langkah tersebut sangat efektif digunakan untuk dapat memahami tujuan hidup. Pemahaman terhadap tujuan hidup sangat penting sebab proses pencapaian tujuan hidup berkembang dari pemikiran hingga menjadi sketsa, dari sketsa ke tindakan, dan dari tindakan ke pencapaian yang sesungguhnya.

Goethe mengatakan : “Hal terbesar di dunia ini bukanlah di mana Anda berdiri, melainkan ke mana Anda akan pergi.”  Itu artinya, jika Anda mampu menetapkan, memahami dan memperjelas tujuan hidup, maka kemungkinan untuk meraih sukses juga akan lebih besar.

Yang terpenting bukan berapa lama anda hidup, tapi bagaimana Anda mengisi dan mempunyai tujuan hidup Anda.

Batas hidup manusia telah ditentukan oleh  Sang Pemberi Kehidupan.  Maknai  dan nikmati kehidupan ini dengan hal yang baik dan berguna. Tuhan memerintahkan kita untuk hidup seimbang dan memiliki tujuan hidup yang jelas.

“Kematian adalah pasti, yang terpenting bagaimana mengisi kehidupan dengan hal positif .  Mari terus maju dan berkarya” ***

Belajar dari Pensil


Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.”

“Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.” “Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

“Kualitas pertama,
Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

“Kualitas kedua,
Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena dengan derita itu akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

“Kualitas ketiga,
Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

“Kualitas keempat,
Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Apa yang ada dalam hati kita, jauh lebih penting dari sekedar tampilan fisik kita. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

“Kualitas kelima,
Adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar bahwa papun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”. Tinggalkan jejak yang baik dalam hidupmu.

Hardiknas


Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati hari pendidikan nasional. Tanggal 2 Mei merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantata. Melalui Kepres No 916 tertanggal 16 Desember 1959, tanggal 2 Mei ditetapkan  sebagai hari pendidikan nasional. Saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dijabat Mashuri SH, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 1971 dijadikan momentum “menjebol” dinding pemisah sekolah dan masyarakat.

Saat ini, di tahun 2009, ketika Hari Pendidikan Nasional kembali diperingati, masihkah dinding pemisah sekolah dan masyarakat itu? Saat itu, betapa pendidikan kita sudah tidak fungsional. Artinya pendidikan tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Di samping itu, ditilik dari kepentingan anak didik, pendidikan tidak mampu memfasilitasi anak didik kembali ke masyarakat. Lulusan sekolah pada semua jenis dan jenjang pada umumnya belum siap terjun ke masyarakat, sedang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya juga tidak cukup memadai. Baca lebih lanjut

Hiduplah Hari Ini


Ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu anda khawatirkan.

Yang pertama: hari kemarin. Anda tak bisa  mengubah apa pun yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja.

Yang kedua: hari esok. Hingga mentari esok hari terbit, anda tak tahu apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apapun esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja.

Yang tersisa kini hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup; pintu masa depan belum tiba. Pusatkan saja diri anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.

Anak Didik seperti Botol Kosong?


Salah satu teori yang pernah dianut dalam dunia pendidikan adalah teori tabula rasa.  Teori ini menganggap anak didik laksana botol kosong atau  kain/lilin  putih yang siap diisi apa saja sekehendak pendidik.  Pendidik berwenang penuh untuk menjadikan apapun atas anak didiknya. 

Setujukan Anda dengan teori itu?  Apapun sikap Anda,  nyatanya teori itu pernah berpengaruh dalam dunia pendidikan kita. Bahkan,  hingga saat ini, masih banyak pendidik yang mempraktekkan teori itu di sekolah.  Dalam batas tertentu, hal ini tak menjadi masalah.  Dan mungkin ada benarnya.  Masalah timbul  ketika seorang pendidik menerapkannya secara over dosis, tanpa memadukan dengan teori lain. 

Mungkin masih ada sebagian guru yang memperlakukan siswa sebagai botol kosong yang perlu diisi air. Guru menganggap dirinya sebagai teko yang berisi air.  Dalam hal ini, air itu adalah sejumlah ilmu pengetahuan yang harus dimasukkan ke otak para siswa.  Jika teko itu berisi air putih, maka setelah belajar otak anak akan berisi air putih.  Begitu pula jika teko itu berisi air teh manis, maka pulang sekolah kepala anak akan  berisi teh manis.   Mudah mudahan  saja tidak ada teko-teko di sekolah yang berisi minuman keras yang membuat generasi pemabok. Baca lebih lanjut

Keikhlasan


Pernahkah Anda  tiba-tiba merasa amat bahagia tanpa tahu penyebabnya?  Rasa bahagia itu, mungkin saja  diakibatkan oleh rasa ikhlas atas apa yang kita terima,  baik saat menerima  karunia  atau justru ketika menerima musibah.   Mencoba ikhlas  saat mendapati  keadaan yang tidak menyenangkan memang merupakan sesuatu yang amat  sulit.    Saat ditimpa suatu musibah, kita  pasti akan sulit  menerima apa yang terjadi kepada kita. Kita tidak ikhlas.     Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.