Posted on 5 Januari, 2009 by Aristo
Hari ini, ngantor hari pertama di tahun 2009. Jujur saja, tak ada target khusus saya di tahun 2009 ini. Ngalir ajalah. Hidup nggak terprogram ya ? Mungkin saja benar. Tapi, ya begitulah.
Untuk memulai hal yang baru dan lebih baik, sejatinya memang tidak perlu menunggu pergantian tahun. Kata Denzel Washington, untuk memperbarui hidup tak perlu menunggu tahun baru. “Everyday is a new life”. Ya, setiap hari yang kita lalui merupakan hidup baru.
Benar. Tapi tak ada salahnya kita menyongsong tahun baru ini dengan semangat bak kelahiran baru (born to reborn). Ketika seorang ibu yang baru saja melahirkan, ada rasa sakit yang luar biasa menghinggapinya. Rasa sakit itu berangsur-angsur pulih, dan berganti menjadi rasa senang dan kebahagiaan yang meluap. Kelahiran baru dapat bermakna proses menjadi manusia baru, yang berbeda dan lebih baik dari sebelumnya. Manusia baru ini dapat berarti kebiasaan dan perilaku baru, karakter baru, dan cita-cita baru. Konteksnya dapat diperluas dalam hubungan dengan keluarga, lingkungan pekerjaan, dan juga lingkungan sosial sekitarnya.
Momentum adanya kelahiran baru ini, seyogianya dapat pula menghilangkan perilaku atau kebiasaan buruk yang mungkin saja sudah tertanam dalam diri kita selama ini (born to kill). Jelas ada ketidaknyamanan ketika kita mulai berangsur-angsur meninggalkan kebiasaan dan perilaku buruk tersebut. Ada rasa sakit di sana. Tapi rasa sakit itu hanyalah sesaat, dalam menuju ke arah hidup yang lebih baik.
Ya, tahun baru dengan kelahiran baru. Sebaiknya ada perubahan- perubahan baru yang berarti dalam hidup kita di tahun baru ini (born to change). Dengan kelahiran baru ini diharapkan akan timbul harapan baru yang menyertainya (born to hope). Harapan baru ini nantinya akan menjadikan kita semakin bersemangat dalam menatap hidup ini. Begitu.
So, di 2009 ini, berharaplah yang terbaik, namun bersiaplah yang terburuk.
DIarsipkan di bawah: RENUNGAN | 2 Komentar »
Posted on 5 Januari, 2009 by Aristo
Posted on 1 Januari, 2009 by Aristo
Pagi ini indah sekali. Pagi indah ini adalah esok yang kemarin kita tunggu. Pagi indah ini, esok akan pergi. Dan pagi indah inipun esok akan jadi kemarin. Esok kita akan menunggu kembali esok lusa. Jika esok lusa datang, hari indah ini akan jadi lusa.
Seperti apa esok, kita tentukan hari ini. Pagi ini hasil kita berbuat kemarin. Seperti apa kita esok, adalah seperti yang kita lakukan hari ini. Jika kita berpikir bisa kita akan bisa. Jika kita berpikir suram, akan suramlah kita. Jika hari ini kita berpikir indah, akan indahlah hari esok kita. Jadi biarkanlah kemarin berubah lusa. Esok , kita jadikan seindah hari ini. Selamat Pagi 2009.
DIarsipkan di bawah: TEKNOLOGI PENDIDIKAN | Leave a Comment »
Posted on 27 Desember, 2008 by Aristo
Tak lama lagi kita akan segera memasuki tahun baru hijriyah, 1430H. Tentu ada sejuta harapan dan impian yang memenuhi dada kita setiap menyambut datangnya tahun baru. Dengan pergantian tahun, menyadarkan bahwa umur kita bertambah, sekaligus kesempatan hidup kita berkurang pula satu tahun. Semakin jauh saja kita dari kelahiran dan semakin dekat kita kepada kematian.
Manusia yang hidup di dunia ini bagaikan kumpulan hari-hari. Setiap ada hari yang pergi, kita seperti kehilangan bagian dari diri kita. Yang telah pergi tidak akan pernah kembali. Hari ini, esok akan jadi kemarin. Hari ini kita masih berupa manusia, namun esok atau lusa kita akan menjadi pocong. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: ISLAM, RENUNGAN | 2 Komentar »
Posted on 1 Nopember, 2008 by Aristo
Upaya-upaya peningkatan kualitas serta kuantitas pendidikan telah dilakukan oleh pihak pemerintah, walau sampai saat ini hasilnya belum memuaskan. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah biasanya bersifat konstitusional demi mendapatkan lulusan dari sekolah yang kompetitif dan siap bersaing secara global, misalnya dengan menetapkan angka batas minimal kelulusan UAN (sebesar 4,25?). Menurut saya, hal ini bukannya cara memperbaiki mutu pendidikan melainkan justru nampak sepertinya kita hendak menjegal generasi kita. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: MEDIA PEMBELAJARAN, PEMBELAJARAN, TEKNOLOGI PENDIDIKAN | 8 Komentar »
Posted on 14 September, 2008 by Aristo
Di era materialisme dewasa ini, kejujuran telah banyak dicampakkan dari tata pergaulan sosial-ekonomi-politik dan disingkirkan dari bingkai kehidupan manusia. Fenomena ketidak jujuran benar-benar telah menjadi realitas sosial yang menggelisahkan. Drama ketidakjujuran saat ini telah berlangsung sedemikian transparan dan telah menjadi semacam rahasia umum yang merasuk ke berbagai wilayah kehidupan manusia. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: RENUNGAN | 4 Komentar »