Ditulis pada 3 Juli, 2008 oleh Aristo
Sepertihalnya kata maaf, kata “terima kasih” juga memiliki kandungan makna yang amat mulia dan dalam. Jika kata maaf menyadarkan betapa kita sering membuat salah dan menyakiti orang lain, maka kata terima kasih mengingatkan kita betapa banyak setiap harinya kita menerima kebaikan hati dan pertolongan orang lain. Kita tidak bisa hidup tanpa bantuan dan kebaikan hati orang lain.
DIarsipkan di bawah: CURHAT, RENUNGAN, SAMBIL SENYUM | yang berkaitan: maaf, terimakasih | 1 Komentar »
Ditulis pada 28 Juni, 2008 oleh Aristo
Pernahkan Anda menghitung, berapa banyak kita berbuat salah terhadap orang lain setiap hari?. Berapa banyak orang yang tersinggung dan sakit hati karena perkataan, perbuatan atau sikap kita? Jujur, kita pasti pernah berbuat salah entah kepada teman, atasan, anak buah, tetangga, saudara, orangtua kita, atau bahkan kepada orang yang belum kita kenal sekalipun.
Sesungguhnya tiada hari kita tidak berbuat [...]
DIarsipkan di bawah: CURHAT, RENUNGAN, SAMBIL SENYUM | yang berkaitan: dendam, maaf | 1 Komentar »
Ditulis pada 25 Juni, 2008 oleh Aristo
Ada empat faktor yang menjadikan seseorang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain, yaitu : jabatan, ilmu, harta, dan integritas kepribadiannya.
Orang yang punya jabatan tinggi, pandai, kaya dan berintegritas tinggi biasanya akan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain. Omongannya didengar, perintahnya dipatuhi, langkahnya ditiru. Orang seperti itu akan bisa menjadi pimpinan ideal dalam masyarakat. Sebaliknya orang yang bodoh, tak punya [...]
DIarsipkan di bawah: CURHAT, RENUNGAN, SAMBIL SENYUM | yang berkaitan: kepemimpinan | 4 Komentar »
Ditulis pada 26 Mei, 2008 oleh Aristo
Kendaraannya tak butuh bensin. Memasak pun pakai kayu bakar. Mestinya kenaikan harga BBM tak mbikin pusing orang-orang miskin di desa. Tapi benarkah begitu? Tanyakan saja pada si ibu ini. Jangan tanya pada si ibu Menteri.
DIarsipkan di bawah: SAMBIL SENYUM | 5 Komentar »
Ditulis pada 22 Mei, 2008 oleh Aristo
“Yang Mulia, kapan kita jadi menaikkan harga BBM ?”, tanya Perdana Menteri kepada Sang Raja. ”Sabar, saya harus lebih mementingkan menolong rakyat miskin”, jawab Sang Raja penuh bijak. “Terus, kapan kita akan memulai menolong rakyat miskin itu?” perdana menteri penasaran . “Segera, setelah kita menaikkan harga BBM. Mosok jadi perdana menteri gitu aja kok ngga tahu”, bentak sang Raja mulai sewot.
DIarsipkan di bawah: SAMBIL SENYUM | 3 Komentar »
Ditulis pada 22 Mei, 2008 oleh Aristo
Ini suasana di Klaten, saat terjadi gempa 2 tahun silam. Itu desa tempat saya bermain di masa kecil. Hancur. Berantakan. Sedih. Memilukan. Tapi masih terlihat secercah harapan kala menyaksikan anak-anak sekolah tetap belajar dan ceria meski mereka harus belajar di tenda darurat. Klaten, ayo kembali bangkit. Seperti tulisan di spanduk itu: Nelongso ojo suwe-suwe. Ayo [...]
DIarsipkan di bawah: JALAN JALAN, RENUNGAN, SAMBIL SENYUM | 1 Komentar »