Sebuah posting menyebutkan bahwa hanya 15% acara televisi (TV) yang aman ditonton anak-anak, dan 85% lainnya merusak anak. Lalu, bloger itu menjuluki TV sebagai “guru privat yang jahat” bagi anak. Perilaku amoral, seks bebas di kalangan remaja, tindak kekerasan, dan lain-lain dituduh sebagai hasil pelajaran guru jahat bernama TV itu.
DIarsipkan di bawah: MEDIA PEMBELAJARAN, PEMBELAJARAN, TEKNOLOGI PENDIDIKAN | 10 Komentar »